Selasa, 22 Mei 2012

Syair...

Syukur
By Alimah

Sambutlah hujan dengan tarian rebana
dendang riang..
Syukuri tetes lembut yang menyentuh jiwa
karena dia akan membersihkan luka
yang mulai menangis

( 24 Desember 2011 )


Kamis, 10 Mei 2012

Syair....


Jangan Tanya Hatimu
By : Alimah


Lapisan rindu selalu menyapa, dan logica empiris berusaha mengingkari,
Jangan tanya hati
Tapi tanyalah pada Qalbmu
Karena malaikat selalu membisiki.

Sambutlah dengan tabah
Selaksa keikhlasan yang datang
Tak usah menolak takdir
Karena yang Satu tak pernah mengalah

Dan disini selalu kukuh,tuk sebuah keyakinan
karena selalu ada hikmah yang diberiNya

Jangan pernah ingkar dengan Qalbmu
Karena dia adalah keindahan jiwamu yang suci

Selalu datang senyum renyah nan ranum,
Dan aku tak pernah ingin tuk menyambut..
Karena kuingin Dia yang menyelesaikannya

Air disela mata hatimu selalu mengalir deras
Disetiap perjumpaan yang dipenuhi khusu’
Tak hendakkah engkau hapus dengan syukur?

Tak sadarkah bahwa kasih sayangNya selalu berpendar melingkupimu,
Tanyalah Qalbmu..
Jangan mengingkari karena waktu semakin menipis

Ruhmu yang suci selalu jujur,
walauku tak pernah bertanya

Setiap waktu tanpa batas
Ribuan mill ditempuh hanya tuk sebuah keinginan
Tolong dengar diriku...
Tolong bantu aku…

Wahai hati yang lembut,
Kenapa harus mengingkari?

Duhai jiwa yang suci,
Andai engkau tahu akan keberuntunganmu,
Tak akan kau ingkari dengan angkuhmu

Bersyukurlah dengan nikmatNya,
Jangan bertanya dengan logika duniamu
Karena ketika cinta menjelma, Aqal harus ditanggalkan
Dengan demikian engkau akan dapat menikmati keindahanNya

Dan bagiku hanya sabar,
Karena dia tidak akan pernah menuntut tanya.

Selasa, 08 Mei 2012

Mulai menulis lagi..

Udah lama banget nga menulis, sekarang mulai mengambil tulisan-tulisan yang ku share di facebook..
Semoga bermanfaat bagi para sahabat yang membaca blogku ini..

Ada beberapa tulisan yang aq share disini diantaranya :

* Bersyukurlah Wahai Perempuan...


Saya teringat dengan perkataan seorang perempuan yang dimuliakan Allah SWT, dia mengatakan begini pada saya :
" Bersyukurlah engkau menjadi seorang perempuan, karena Allah memilihmu untuk menjadi salah seorang hambanya  dalam meneruskan khalifah di muka bumi ini.
Jika engkau belum menikah, maka luangkanlah waktumu dimalam hari untuk Kekasih Abadimu, maka DIA akan memberimu keindahan malam penuh dengan kemanisan hati, malam-malam penuh air mata yang membahagiakan karena air mata akan 'melembutkan hatimu'  dan  hatimu akan menjadi sebening telaga AL-Kautsar, sebagaimana janjinya dalam Alquran bahwa ingatlah Aku di waktu malam maka Aku akan memberimu setetes ilmu yang tidak akan pernah engkau  dapatkan di dunia fana ini.


Jika engkau menikah, maka engkau akan mendapat sorga dari ridho suamimu, tanpa harus engkau bersusah payah bangun diwaktu malam untuk bermunajat kepada Kekasih Abadimu, karena nilainya setara.
Jika enkau mempunyai seorang putera/puteri maka engkau dihadiahkan oleh Allah, Bahwa sorga di bawah telapak kakimu.
Engkau bawa telapak kakimu yang berdebu kepasar, engkau bawq ke madrasah  menemani anakmu, ke kamar mandi  untuk membersihkan anakmu.. telapak kaki adalah tempat terendah dari struktur tubukmu, tetapi ALLAh memuliakan engkau dari sana... Rasulullah akan terdiam ketika tangisanmu membahana memenuhi Arasy ketika meminta kepada sang Rasul  agar anakmu yang selalu membohongi perbuatannya padamu tetapi engkau selalu memaafkannya dengan ikhlas diberi syafaat oleh Rasulullah  di padang masyar nanti..Tak akan pernah ada seorangpun yang mampu tidak memperdulikan tangisan kesedihan seorang ibu kepada Rasulnya... karena bukankah Rasulullah sendiri  yang mengatakan bahwa sorga dibawah telapak kakimu...


Wahai perempuan nikmat apalagi yang engkau minta, semuanya sudah disempurnakan oleh Allah SWT untukmu.. mulai dari engkau belum menikah sampai engkau menjadi seorang ibu, semuanya sorga untukmu..
Nikmat apalagi yang engkau minta wahai perempuan...???"




* Ibunda Siti Hajar


Tanpa terasa tinggal beberapa hari lagi, bulan penuh hikmah ini meninggalkan kita..Kita tidak pernah tahu apakah akan bisa berjumpa lagi. Selalu berharap pada Sang Khalik agar kita bisa berjumpa lagi dengan bulan penuh hikamah ini tahun depan...


Pagi ini entah mengapa tiba-tiba saya teringat dengan sorang Ibunda suci pendamping Sang Kekasih ALLAH SWT, Ibrahim ( kadangkala dalam keseharian Ibunda kita ini terlupakan )
Ibrahim meninggalkanya seorang diri di tanah Harram..Hanya satu yang ada dalam dirinya..ridha pada apa yang di katakan suaminya..
.
Terbayang dia berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah, menikmati keletihan dan kegelisahan hati akan takdir Ilahi yang berbuah Telaga Zam-zam, yang kelembutan airnya memenuhi mata hati kita hingga saat ini...
ALLAH SWT memerintahkan kekasihNya Ibrahim tuk membangunkan rumah bagiNYa ( Ka'bah ) dan Nabi Ibrahim melaksanakannya. Rasulullah SAW  membebaskannya dengan bertawaf mengelilinginya dan bersujud kearahnya.


Nabi Ibrahim membangun Ka'bah dan Rasulullah Muhammad SAW membebaskannya tetapi mereka tidak diijinkanNYa untuk dimakamkan disana...Allah SWT memilih seorang perempuan, seorang budak, seorang ibu dari Ismail ,Istri Kedua Nabi Ibrahim yaitu Ibunda Siti Hajar.
Seorang perempuan yang dari pranata  kehidupan sosial masyarakat tidak memiliki kehormatan dan kemuliaan. Tetapi ALLAH SWT memilihnya dan memberikan kehormatan yang tidak seorangpun didunia ini memilikinya, dia diberi tempat khusus untuk dimakamkan disisi Ka'bah rumahNya yang mulia.
Seluruh ummat muslim dari jaman dulu hingga sekarang bersujud ke arahnya ( Ka'bah ), setiap tahun jutaan manusia berkumpul di sisi makamnya dan bertawaf disana...

Senin, 07 Mei 2012

Dewa Asmara 
By ; Jalaluddin Rumi

jarak yang membentang
memupuk rindu yang kian merindang
mengepak asa yang kian mengawang
langkah kaki kian gontai
menapak harap tak bertepi


mengembara dinirwana
raih sepercik bias cinta
coba untai segala rasa
ukir hati pelangi jingga


oh…dewa asmara
kau telah tancapkan panah didada
bukan bahagia yang kurasa
luka…terluka dan air mata

oh….dewa asmara
cabut panah cintamu
bila hanya membuat hati luluh pilu

Tuk para sahabat, selamat menikmati  'menunggu'  rindu seorang Rumi...
semoga ada hikmahnya..